Jakarta – Virus Nipah kembali menjadi perhatian karena penyakit ini berbahaya dan sering terlambat dikenali. Salah satu penyebabnya adalah gejala awal yang tampak ringan dan mirip penyakit sehari-hari. Banyak orang mengira keluhan yang muncul hanya flu atau kelelahan biasa. Padahal, virus Nipah dapat berkembang cepat dan menimbulkan komplikasi berat.
Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia. Penularan dapat terjadi melalui kontak dengan hewan pembawa virus atau lingkungan yang terkontaminasi. Meski tidak selalu muncul dalam jumlah besar, virus ini dikenal memiliki tingkat kematian yang tinggi sehingga kewaspadaan tetap diperlukan.
Ikatan Dokter Anak Indonesia atau Ikatan Dokter Anak Indonesia mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan demam yang muncul tanpa sebab jelas. Demam yang terlihat ringan bisa menjadi tanda awal penyakit serius, terutama jika disertai keluhan lain.
Gejala Awal Sering Terlihat Biasa
Pada tahap awal, infeksi virus Nipah sulit dibedakan dari infeksi virus lain. Pasien umumnya mengalami demam, sakit kepala, nyeri otot, badan terasa lemas, mual, atau muntah. Keluhan ini sangat umum dan sering dialami banyak orang.
Karena gejalanya tidak khas, banyak pasien memilih beristirahat di rumah. Pemeriksaan medis sering ditunda karena berharap kondisi membaik dengan sendirinya. Kondisi ini membuat penyakit tidak terdeteksi sejak awal.
Padahal, virus Nipah dapat berkembang dalam waktu singkat. Ketika pasien akhirnya datang ke fasilitas kesehatan, penyakit sering kali sudah berada pada tahap yang lebih berat dan membutuhkan perawatan intensif.
Penyakit Dapat Memburuk dengan Cepat
Setelah fase awal, virus Nipah dapat menyerang sistem saraf pusat. Pasien bisa mengalami kebingungan, perubahan perilaku, penurunan kesadaran, hingga kejang. Kondisi ini menandakan terjadinya ensefalitis atau radang otak.
Pada fase ini, pasien dapat terlihat linglung atau tidak sadarkan diri. Ensefalitis menjadi salah satu penyebab utama kematian pada kasus virus Nipah.
Selain menyerang otak, virus Nipah juga dapat memicu gangguan pernapasan. Pasien bisa mengalami sesak napas akibat infeksi paru yang berkembang cepat. Pada beberapa kasus, kondisi ini memerlukan bantuan pernapasan di rumah sakit.
Semua Kelompok Usia Berisiko
Virus Nipah dapat menyerang semua kelompok usia, baik anak-anak maupun orang dewasa. Meski jumlah kasus pada anak relatif lebih sedikit, risiko gejala berat tetap ada. Anak dengan daya tahan tubuh rendah atau memiliki penyakit penyerta perlu mendapat perhatian khusus.
Para dokter mengingatkan agar masyarakat segera mencari pertolongan medis jika demam disertai kejang, penurunan kesadaran, atau sesak napas. Penanganan lebih cepat dapat membantu mencegah kondisi yang lebih berat.
Riwayat kontak dengan hewan, konsumsi buah tertentu, atau paparan lingkungan juga perlu disampaikan kepada tenaga kesehatan. Informasi ini membantu dokter menilai risiko dan menentukan langkah pemeriksaan lanjutan.
Jangan Abaikan Demam Lebih dari Dua Hari
Kewaspadaan sejak gejala awal dinilai sebagai langkah paling efektif. Demam yang berlangsung lebih dari satu hingga dua hari sebaiknya tidak diabaikan, terutama jika disertai sakit kepala berat, muntah berulang, atau perubahan perilaku.
Pemeriksaan medis sejak dini dapat membantu memastikan kondisi pasien dan mempercepat penanganan. Semakin cepat penyakit dikenali, semakin besar peluang untuk menekan risiko komplikasi.
Tips Menjaga Kesehatan Sehari-hari
Di tengah kewaspadaan terhadap virus Nipah, menjaga kesehatan secara umum tetap penting. Masyarakat disarankan rutin mencuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan makanan, dan memastikan buah yang dikonsumsi bersih serta aman.
Istirahat yang cukup, konsumsi makanan bergizi, dan menjaga kebugaran tubuh membantu memperkuat daya tahan tubuh. Selain itu, hindari kontak langsung dengan hewan liar atau hewan yang tampak sakit.
Jika muncul gejala yang tidak biasa, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan. Sikap waspada tanpa panik menjadi pendekatan yang paling tepat. Dengan mengenali gejala sejak dini dan menjaga kesehatan, risiko dampak serius akibat virus Nipah dapat ditekan.